Rabu, 26 Desember 2012

- Cara Belajar Efektif - 

Bagaimana sih kita menemukan metode yang efektif dalam proses belajar, terkhusus para siswa dan pelajar seringkali menemukan kendala dalam proses belajar efektif dan efisien. Semua pasti merasa yang namanya belajar itu identik dengan Beban! atau kewajiban! coba dech ubah pola pikir dulu, atau simplenya gini !kita belajar karena kita suka! atau kita belajar karena kita tau itu penting buat masa depan kita nanti! dimana sesorang yang berilmu itu akan mendapatkan penghargaan dan kehidupan yang layak! kalo pola pikir kita sudah berubah pasti Cara Belajar Efektif akan terlaksana dengan mudah.

Selanjutnya sedikit masukan berharga dalam mempersiapkan diri guna mendapatkan cara belajar efektif dan efisien :

1. Belajar Bersama Metode ini seringkali di katakan metode yang paling efektif karena dalam suasana belajar berkelompok yang cukup santai otak menjadi lebih rileks menerima ilmu - ilmu yang akan di serap. Selain itu hal - hal yang belum di ketahui akan lebih mudah di selesaikan dengan bekerja sama.

2. Buatlah Intisari Dari Setiap Pelajaran Buatlah rangkuman atau ringkasan dari setiap pelajaran yang anda dapatkan baik di sekolah maupun di tempat lain atau lewat belajar bersama diatas. hal ini akan lebih efisien mengingat intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang ini akan menjadi Kata-kata kunci yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

3. Disiplin Dalam Belajar Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri Anda, dapat dipastikan pelajaran yang Anda lakukan dapat efektif dan efisien.

4. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya.

5. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

Terakhir segiat - giatnya kita belajar tapi jangan lupa untuk istirahat. Orang - orang sukses seperti steve jobs yang menjadi pintar karena mereka mempunyai metode - metode belajar efektif tersendiri, so ciptakan sendiri suasana belajar kondusif yang menurut mu bisa menjadi cara belajar efektif dan efisien.

Sumber: www.mileniatech.com

Rabu, 05 Desember 2012


THINKING (PIKIRAN)
* 2juta informasi masuk ke otak kita perdetiknya
* akal kita mampu berfikir 60.000 fikiran setiap harinya, baik yg positif maupun negatif
* Setiap doa yg kita ucapkan bersumber dari fikiran, berarti setiap fikiran merupakan DOA
* setiap DOA pasti dikabulkan oleh Allah, baik yang positif maupun yang negatif (Ud'uni astajib lakum)
* Hidup kita yang sekarang kita jalani, ternyata hasil proyeksi dari akal fikran kita sendiri

Jadi berhati2lah mengolah fikiran kita, hiasilah selalu fikiran kita dgn positif thinking, karena setiap fikiran kita merupakan DOA, yg pasti akan dikabulkan oleh Allah, maka senantiasalah berfikir positif agar POSITIVE hidup kita, yg merupakan hasil proyeksi dari akal kita.

JAUHKAN SU'UDZON (BURUK SANGKA)
Baik pada orang lain, pada diri sendiri, maupun pada Allah, sehingga kehidupan nyata kitapun jauh dari KEBURUKAN.

CARA MENGHILANGKAN SU'UDZON :
* Paksakan diri untuk berhusnudzon (berbaik sangka) sampai 72x
jadi misalnya : saat kita mengundang orang lain disuatu pesta & org tsb tidak datang, paksakan diri kita untuk mencari kesimpulan brupa kata "MUNGKIN" dgn baik, misalnya : mungkin dia ada halangan, mungkin dia ada acara lain, mungkin dia lupa & mungkin2 lainnya sampai 72 x, baru ke 73X nya kita boleh berfikir negatif.... kenapa? karena saat kita mencari kata "MUNGKIN" ke lebih 30x otak kita sudah terlanjur lelah sehingga tdk ada kesempatan utk berfikir negatif lagi.

*Sebisa mungkin kurangi asupan persepsi negatif (baik yg bersumber dari TV, majalah, radio, apalagi yg mengandung gosip, gibah & lainnya)
karena dgn semakin dikit info buruk yg masuk ke otak kita, makin sedikit kita berfikir negatif

*Hiasi fikiran kita dengan Nama2 baik Allah/Asmaul husnah, sehingga hasil proyeksi hidup kitapun InsyaAllah menjadi baik.

*Nikmati sholatmu & Dzikirmu, ajaklah hati, jiwa & fikiranmu saat melakukan sholat & zikir, karena doa kita yg berada dlm fikiran kitapun akan diaminkan para malaikat.

*Ubah cara bertanya pada diri, jgn katakan Why (kenapa) tapi ubahlah menjadi How (bagaimana). karena kata2 Why, mengandung makna penyesalan, putus asa & cenderung menyalahkan orang lain. sedangkan kata How, mengandung pemikiran yg menantang, kreatif (thinking out of the box) misalnya :

kita sering bertanya kenapa saya miskin? kenapa saya yg dikasih musibah ini? kenapa bukan saya yg berhasil?
tapi cobalah kita ubah pertanyaan tsb menjadi.... Bagaimana caranya supaya saya tdk miskin? bagaimana agar saya tdk dikasih cobaaan berat ini? bagaimana saya bisa berhasil? apa yg harus saya lakukan?

Jadi ubahlah cara bertanya pada diri kita sendiri.

*Melatih Kata- Kata.
sering kali otak kita, salah menerjemahkan kata2 kita, sering kali otak men "delet" sebagian kata2 yg kita ucapkan.
misalnya : kita disuruh "Jangan tengok kebelakang" apa yg ada dipikiran kita? memang kita tdk nengok kebelakang, namun tak dipungkiri, otak kita berreaksi sebaliknya & kembali bertanya? ada apa dibelakang? kenapa saya tdk boleh tengok kebelakang, sehingga "hasrat keinginan kita justru menjadi ingin menengok kebelakang. karena otak berusaha mendelet kata2 "jangan", sehingga menjadi "tengok kebelakang" tdk jarang sebagain besar manusia, malah memilih "menengok kebelakang" dari pada "Jangan tengok kebelakang".

Tahukan anda apa kesalahan terbesar Nabi Adam AS, hingga diturunkan kebumi? Jawabannya ternyata kesalahan "Fikiran" Nabi Adam AS diperintah Allah untuk "Tidak memakan buah Quldi & Jangan dekati buah Quldi" dari larangan Allah tersebut, Malah terbesit didalam fikiran Nabi Adam AS sebuah pertanyaan "Mengapa Allah melarangku mendekati atau memakan buah Quldi?" lalu apa yg dilakukan Nabi Adam AS? beliau justru mencari "buah yg dimaksud oleh Allah" yg dilarangnya tersebut, memang maksud Nabi Adam AS, untuk mengetahui buah yg mana yg harus dijauhi? tapi apa kenyataannya? Nabi Adam AS, malah terpelosok kelubang larangan tersebut. Ini artinya betapa bahayanya "Fikiran" tersebut, jika kita tak bisa mengelolahnya.

KEKUATAN KHUSNUDZON
* bayangkan jika 60.000 fikiran kita perharinya seluruhnya Positive Thinking? Subhanwllah yg terjadi adalah "The Power Of Positif Thinking" yg dapat merubah hidup kita menjadi Wujud kehidupan nyata yg Positif (Bahagia, Senang, tenang, damai, tentram)

*Magnet Low of Attaction (LOA) - "Fokus Kita" dapat menentukan arah hidup kita. Jadi usahakan agar kita selalu Fokus kepada kebaikan2 saja & usahakanlah untuk membayangkan dalam benak kita tentang hal2 yg baik2 saja & yakini sebagai kenyataan yang akan terwujud, karena tak ada yg tak mungkin bagi Allah (Kun fayakun)

*"Harapan Anda" adalah daya pikat yg kuat, semakin besar harapan kita, semakin mudah tuk terwujud menjadi nyata, hanya tinggal kita"nya saja yg pandai2 memilihnya.
Yg pasti Harapan Positif menarik Wujud Positif & Harapan Negatif akan menarik Wujud Negatif.

Dibawah ini adalah Rujukan Ilahi tentang "Fikiran"

1. inni Inda Dzhonni 'abdi bi... sesungguhnya aku menuruti PERSANGKAAN umatku. (hadist Qudsi HR Bukhori Muslim)

2. ...dan jika kamu menuruti kebanyakan orang2 yg dimuka bumi ini, niscahya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti "PERSANGKAAN" belaka & mereka tdk lain hanyalah berdusta terhadap Allah (Qs 6 :116)

3.
Sesungguhnya sebagian dari PRASANGKA itu dosa (QS 49 : 12)

Senin, 15 Oktober 2012

Integrasi IMTAQ dalam Mata Pelajaran


CONTOH-CONTOH INTEGRASI IMTAQ
DI DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Oleh : Mualim, SHI.



A.     Pendahuluan.
Tujuan pendidikan Indonesia diantaranya adalah membentuk insan yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Sehingga materi tentang iman dan takwa harus mendapatkan porsi yang cukup dalam proses kegiatan belajar peserta didik. Seluruh cabang keilmuwan diharapkan muara akhirnya membentuk kesadaran beriman dan bertakwa yang aplikatif, maksudnya iman dan takwa yang terrealisasi di dalam setiap gerak dan laku di saat apapun dan dalam kondisi bagaimanapun.
Harapan ini bertujuan mengarahkan peserta didik menjadi ilmuan, tekhnokrat, dan atau birokrat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Kenyataan  yang terjadi dan terlihat di masa sekarang ini, hasil proses pendidikan Indonesia belum mampu menjadikan peserta didik beriman dan bertakwa yang aplikatif sebagaimana yang diharapkan. Sehingga masih banyak pejabat yang menipu uang rakyat, masih banyak para tekhnokrat yang mengurangi volume bahan/kwalitas bangunan demi keuntungan kantong pribadi.
Pendidikan Agama yang diharapkan menjadi mata pelajaran yang akan menghantarkan peserta didik beriman dan bertakwa ternyata tidak cukup, mengingat alokasi waktu yang begitu minim dan keterbatasan materi. Untuk itu, materi imtak ini harus terintegrasi kedalam setiap mata pelajaran. Supaya tidak ada dikotomi lagi yang menyatakan bahwa tanggung jawab imtak ada pada pelajaran PAI dan yang lain tidak. Jika dikotomi ini tetap dipertahankan, maka yang akan terjadi pemahaman parsial tentang iman. Jika di dalam masjid iman atau di majelis-majelis ibadah iman digunakan, akan tetapi jika berada di kantor atau di tempat lain iman ditinggalkan.
Khusus di dalam mata pelajaran Matematika, banyak materi yang bisa diintegrasikan dengan materi imtak dan akhlak mulia. Hal ini tergantung dari kreatifitas dan kecermatan guru mata pelajaran dalam memilih dan menentukan materi dan integrasinya.

B.     Contoh-Contoh Integrasi Imtaq Di Dalam Mata Pelajarah Matematika.
Tidak semua materi mata pelajaran Matemtika bisa diintegrasikan ke dalam imtak, dan integrasi imtak ini tidak harus dan hanya dimasuk kan ke dalam materi. Akan tetapi bisa dilakukan di luar materi. Berikut ini adalah contoh-contoh yang bisa diterapkan di dalam proses kegiatan belajar mengajar:
a.      Contoh Integrasi Imtak di luar materi.
1.      Mengucapkan salam ketika masuk kelas dan mengawali materi dengan melafadzkan basmalah.
2.      Memberi refleksi pada saat akhir materi yang bernuansa imtak.
3.      memberi game yang mengarahkan siswa pada kebesaran Allah swt., atau yang mengarahkan pada sifat-sifat mulia, contohnya kejujuran, semangat belajar, dll.
4.      Mengakhiri materi dengan melafadzkan hamdalahdan mengucapkan salam.

b.      Contoh Integrasi Imtak di dalam materi.
1.      Materi kepangkatan/kelipatan. Kita sebutkan bahwa Allah swt. akan melipat gandakan amalan infaq atau shadaqah seseorang dengan kelipatan dua, sepuluh, tujuh ratus atau bahkan tak terhingga. Kemudian kita bacakan ayat yang berkaitan dengan hal tersebut :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ   (البقرة - ٢٦١).
Artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah : 261).
2.      Materi peluang. Interval peluang itu antara 0 - 1 (Sukses atau gagal), tergantung dari kemampuan dan usaha. Kita bisa kaitkan materi ini dengan peluang manusia di akhirat. Peluang manusia di akhirat intervalnya antara Neraka atau Surga, tergantung pada tingkat ketaatan dalam ibadah (amal) di dunia. Jika ingin peluang sukses besar (mendapat surga) maka usaha ibadah (amal) juga harus banyak.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (الزلزلة -٧,٨)
Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al-Zalzalah : 7-8).
3.      Materi perpindahan suku bilangan.
x - 2y + 5 = 5x. Positif x, jika pindah menyebrang = maka akan menjadi negatif x. Dan juga bilangan yang lain, akan berlaku hukum yang sama.
Materi ini bisa kita integrasikan ke dalam imtaq tentang pemenuhan nafsu dan keinginan. Misalnya seseorang selama di dunia memuaskan keinginannya untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dengan tidak lagi memperhatikan halal dan haram (= positif harta), maka setelah menyebrang alam (di akhirat) akan negatif dengan harta. Tidak mendapatkan apa-apa, bahkan mendapatkan siksa. Sebaliknya jika di dunia dia negatif dengan harta karena banyak di infakkan atau di shodaqohkan, mencari hartanya juga dengan cara yang halal, setelah pindah alam di akhirat nanti dia akan positif dengan harta artinya mendapat kekayaan yang berlimpah dari Allah swt. di surga.
4.      dll.

C.     Penutup.
Tulisan ini hanya sebagai setimulan bagi guru pengampu mata pelajaran Matematika. Masih banyak yang bisa diekplorasi dan ditemukan materi-materi yang berintegrasi imtak. Kreatifitas bapak/ibu guru akan bernilai ibadah di sisi Allah swt. dan bahkan bisa menjadikan sumber pahala yang mengalir tiada henti, sebagaimana sabda rasulullah saw.: ”Apabila anak adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: 1. Anak shaleh yang mendo’akan kedua orang tuanya. 2. Shadaqah jariah. 3. Ilmu yang bermanfaat”.
 Demikianlah tulisan singkat ini disampaikan. Mudah-mudahan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional menjadikan peserta didik beriman dan bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

***